Beberapa hari ini saya di kejar-kejar oleh tetangga, Maaf bukan di kejar naik motor atau dengan apa.
Saya di kejar berhubung karena putrinya akan mengikuti test pramugari di salah satu penerbangan terbesar di Indonesia.
Pengejaran ini berawal dari pagi hari ketika masih subuh dan seperti biasa saya ke warung untuk membeli bahan-bahan memasak di dapur.
“Jum, kapan punya waktu luang mengajari kiki Bahasa inggris…” itu pertanyaan awal kepada saya …
Singkat cerita, akhirnya saya menghitung detik demi detik yang tersisa dari waktu saya sehari-hari mulai bekerja sampai saya pulang kuliah.
Dan ditemukanlah waktu, pukul 9.30 malam setiap hari sepulang saya kuliah. Ini hanyalah sedikit membantu tetangga, bukan untuk di bayar, 100% FREE.
Akhirnya tadi malam pembelajaran itu di mulai. Saya mencoba berinteraksi dengan bahasa inggris
awalnya saya melakukan komunikasi dengannya, bahwa melamar pekerjaan itu haruslah percaya diri, harus santai, harus menatap mata lawan bicara, harus sopan dkk nya :), sebelumnya saya telah menganjurkan dia untuk memperbanyak vocabulary / kosa kata.
Pelajaran ini saya mulai dengan berperan sebagai pihak yang mewawancarai dan saya mulai dengan perkenalan diri, nama, alamat, dll, dan masih dijawab dengan sangat baik.
saya lanjutkan dengan pertanyaan
Tell us about your self <— dalam bagian ini dia mulai bingung, tidak tahu harus berkata apa tentang dirinya, bahkan seakan dia tidak mengenal dirinya sendiri. akhirnya pelajaran mulai terhambat
Why do you want to become an airhostess?
What are you strenghts?
what are you weakness ?
saya mencoba membantu menjawab dengan memberikan jawaban-jawaban yang mudah untuk di pahami dan diingat olehnya. Saya tahu ini bukan hal mudah, dan ini bukan hal sepele.
apa yang terjadi…? Dia hampir menangis, dan saya berusaha memberi semangat kepadanya, karena dia merasa harus menyerah dan menyadari ternyta dia tidak bisa sama sekali berbahasa inggris.
“Kiki jangan langsung menyerah, Mencoba terlebih dahulu itu lebih baik, jika tidak menang, maka jadikan itu pengalaman berharga untuk lebih bersemangat lagi belajar bahasa”
“Kiki nggak pernah dengar istilah-istilahnya itu…..!”
“Dulu waktu SMP aja less bahasa inggris….!”
lalu saya katakan…
Saya tidak pernah sama sekali less bahasa inggris, saya hanya mencoba belajar dengan melihat benda disekitar saya dan mencari apa bahasa inggrisnya. JIka ingin berbicara dengan orang lain, saya selalu ingin tahu apa bahasa inggrisnya. dan saya tidak malu untuk berbicara meski tidak terlalu sempurna.
itu lah kata-kata yang saya ucapkan.
=================
Pagi ini saya bertemu orang tuanya kembali di warung
“Jum, si Kiki semalam nangis, katanya dia gak mau ikut test lagi…”
spontan kepala saya pusing, mengapa tidak motivasi saya ternyata ndak nempel di hati dan semangatnya.
===================
Sepulang belajar kemarin, saya duduk bersama kakak saya dan berbincang-bincang
“penting sekali kita belajar bahasa ya…..!” katanya
“Iya kak, seharusnya untuk mendidik anak belajar, orang tuanya juga harus belajar..” Kataku
“Sebahagian besar orang tua sekarang menyerahkan anaknya pada Guru dan Guru less saja..” Sehingga tidak tahu perkembangan si anak.” Kataku lagi
—————————————–
Rangkaian dialog diatas adalah gambaran kecil, Yang saya ingin tekankan sebenarnya adalah :
- Belajarlah dengan memandang apa yang ada dan jadikan itu bahan pembelajaran
- Sebagai orang tua, belajarlah seperti anak belajar, agar bisa mengimbangi kebutuhan anak
- Pendidikan anak bukan sepenuhnya tugas guru dan guru less, tetapi 80% sebenarnya adalah peranan orangtua
- Jangan berputus asa karena keadaan, Karena tidak ada kata terlambat untuk belajar
Mungkin hari ini saya tidak akan di kejar tetangga, tetapi saya yang akan mengejar tetangga, karena 3 hari yang tersisa saya rasa masih bisa membangkitkan semangatnya untuk berjuang dan mencoba mencapai cita-citanya itu.
“Mari belajar dari sekarang, meski usia tak lagi muda, tetapi tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar selama masih ada kemauan dan semangat untuk mencapai sesuatu”
Angkat Bicara